Friday, May 26, 2017

Serangan Cyber tanpa pandang bulu

Oleh Didiet Kusumadihardja, Governance Risk Control Advisory, RSM Indonesia.

Dampak WannaCry di salah satu Rumah Sakit di Indonesia
Seperti yang sudah kita alami akhir-akhir ini, dan mungkin masih hangat di telinga kita, Indonesia bahkan seluruh dunia mengalami serangan Cyber dengan skala yang cukup besar yaitu 230 komputer di 150 negara. 

Dampak WannaCry di Russian Railways Company
Tanpa melihat latar belakang perusahaan ataupun pribadi seorang pemilik komputer, serangan ini bisa terjadi terhadap siapa saja dan bahkan terhadap perangkat apapun seperti pada kasus serangan DDoS tahun 2016 lalu.

Pemadaman Internet akibat serangan DDoS ke perusahaan Dyn
Sebagian besar wilayah Amerika Utara dan beberapa bagian di Eropa tidak bisa menggunakan layanan Internet akibat kejadian ini.

Beberapa device korban Mirai Botnet yang melakukan serangan ke Dyn
Cek berita Incident WannaCry 12 Mei 2017 dan Incident Mirai Botnet 21 Oktober 2016. Akar permasalahan kedua ancaman tersebut diatas sebenarnya berasal dari permasalahaan yang cukup sederhana. Malas patch/update dan penggunaan default username password.

Tapi memang tidak ada solusi tunggal untuk menangani resiko di dunia cyber, resiko ini bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, dari industri yang satu ke industri yang lain. Pendidikan adalah aspek terpenting dalam keamanan cyber. Anda dapat memiliki semua teknologi paling canggih, namun hanya membutuhkan satu kesalahan manusia untuk membuat perusahaan Anda rentan.

Gunakan pendidikan dan kesadaran keamanan cyber sebagai  pusat agenda pelatihan di perusahaan Anda, mulailah dengan anggapan bahwa Anda yang menjadi sasaran.

Sumber:

No comments:

Post a Comment